Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PC PMII Cabang Kota Pontianak Adakan Dialog Publik Menolak Fanatisme dan Politik Identitas

Rabu, 20 Februari 2019 | Rabu, Februari 20, 2019 WIB | 0 Views Last Updated 2021-09-29T12:03:00Z
PC PMII Cabang Kota Pontianak Adakan Dialog Publik Menolak Fanatisme dan Politik Identitas
Pontianak - Pengurus Cabang PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Kota Pontianak selenggarakan dialog publik. Tema yang di angkat "Menolak Fanatisme dan Politik Identitas". Rabu 20 Februari 2019. Aual Magister Fisip Untan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Kepala Kesbangpol Kota Pontianak Bapak Rizal yang mewakili Walikota. Kapolresta Kota Pontianak Kombes Pol. Muhammad Anwar Nasir. Komisioner Bawaslu Kota Pontianak Bapak Ridwan. Ketua KPU Kota Pontianak Deni Nuliadi. Akademisi dan pengamat politik NU Baihaqi.

Dalam sambutannya, Ketua PC PMII Kota Pontianak Fahrizal Amir merasa senang kegiatan ini bisa di selenggarakan untuk memberikan informasi kepada kaum melenial.

"Saat ini kita di hadapi dengan fanatisme.
Kota Pontianak yang rawan konflik, semoga dengan adanya dialog ini bisa menjadi wajangan atau talaah bagi kita". Tuturnya

Dia juga menjelaskan saat ini banyak sekali dekralasi-deklarasi meskipun berjumlah beberapa orang, yang beranggapan golongan-golongan tertentu.

"Sebagai pemuda harus siap untuk menghadapi masa-masa yang seperti ini". Pesannya

Ketua PKC PMII Kalbar Mu'ammar Kadafi menegaskan bahwa tragedi 1997, 1999 dan 2000 merupakan salah satu korban Politik Identitas.

"Kita tidak mau sejarah kelam tersebut kembali terjadi di Kalbar, karena akan banyak kerugian yang dialaminya". Harapannya

Kadafi mengajak seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Barat untuk tidak mudah terprovokasi oleh Kepentingan Politik Fanatisme dan identitas.

"Kader-kader PMII harus memberikan pendidikan politik yang baik terhadap masyarakat". Terangnya.

Dia juga menjelaskan PMII sendiri merupakan bagian dari Nahdatul Ulama yang menyebarkan Islam Ahlussunah Wal Jama'ah, Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam yang cinta damai, toleran, menyebarkan kebaikan bagi seluruh alam.

"Kita tegaskan bahwa dalam urusan menjaga keutuhan NKRI PMII Harga Mati. Kami juga siap menjadi garda terdepan bersama TNI-Polri dalam menjaga kedamaian, ketertiban serta mensukseskan Pemilu 2019". Tegasnya.


Walikota kota Pontianak yang diwakili Rizal membuka acara dialog publik Menolak Fanatisme dan Politik Identitas.

Rizal yang mewakili wali kota Pontianak mengapresiasi kegiatan yang di selenggarakan oleh PMII PC Cabang Kota Pontianak.

"Dalam waktu 2 bulan kedapan sebarkan informasi-informasi tentang pesta demokrasi dimanapun". Ungkapnya.

Dia juga menjelaskan pemuda hari ini harus siap menjelaskan penolakan fanatisme dan politik identitas menjadi rujukan untuk arah kedapannya.

Rizal yang mewakili kepemerintahan Kota Pontianak berpesan kepada peserta yang hadir untuk menertibkan pilkada serentak 2019. Kalimantan Barat Pontianak khususnya.

"Kerana kalimantan barat rentan konflik". Pesannya. (salamjurnal88)

×
Berita Terbaru Update